Hati - Hati Pilih Cream Pemutih, Ini Perbedaannya | Beaussentials Official

Tips Cermat memilih Whitening Cream

Tips Cermat memilih Whitening Cream

Krim dengan label pemutih kulit tentu saja membuat kita sangat 
tergoda untuk membeli. Akan tetapi, girls, banyak sekali krim pemutih yang
beredar yang bisa berbahaya kulit kita.

Harus diingat juga girls, bahwa kita diciptakan Tuhan semua cantik dengan keunikan sendiri, dan memiliki kulit yang sehat jauhlah lebih penting.

 

Apabila girls mencari krim pemutih untuk memudarkan flek dan bekas jerawat, faktor apa sajakah yang harus kita pertimbangkan dalam memilih krim pemutih kulit?

 

 

1.Pastikan
krim pemutih kulit tersebut cocok dengan jenis kulit anda

Pada dasarnya,
tidak semua krim pemutih kulit cocok untuk semua jenis kulit. Bisa jadi krim
pemutih kulit yang digunakan teman kita dan memberi hasil yang baik, akan
memberi hasil yang sama untuk kita. Jadi, bagaimana memilih krim pemutih kulit
yang tepat?

 

Pada dasarnya, Jenis
kulit manusia ada lima jenis, yaitu normal, kering, berminyak, sensitif, dan
kombinasi. Untuk menentukan krim pemutih kulit yang tepat untuk anda, coba cek
kulit snda dengan tanda-tanda di bawah ini.

 

 

  •    Normal.  Tidak terlalu
kering dan tidak terlalu berminyak. Terlihat bersih, halus, sehat, dan
bercahaya.  Kulit jenis ini aman
menggunakan krim pemutih kulit, sepanjang krim pemutih kulit tersebut tidak
mengandung bahan- bahan yang memang dilarang oleh  BPOM.

 

 

  •    Kering. Terlihat kusam, kasar, dan tidak kenyal. Bahkan
garis-garis pada wajah bisa terlihat dengan jelas. Sensitif terhadap sinar
matahari berlebihan. Pemilik
kulit jenis ini lebih
harus cermat dalam krim pemutih kulit. Pastikan untuk menggunakan pelembab yang
baik dan merestore barier kulit saat menggunakan pemutih kulit.

 

 

  •    Berminyak. Terlihat mengkilap karena produksi minyak yang lebih
banyak dan berpotensi memiliki jerawat, komedo, dan noda pada wajah.Kulit jenis ini
cenderung aman bila dioles krim pemutih kulit. Jangan lupa untuk menambahkan
kadar air dalam kulit setelah menggunakan krim pemutih kulit. Carilah serum
atau krim yang mengandung hyaluronic acid, gliserin, dan polisakarida setelah
menggunakan pemutih kulit

 

 

  •    Sensitif.
sangat rapuh dan mudah kering, sering mengalami gatal, kemerahan, dan lebih
cepat terbakar sinar matahari. Pemilik kulit jenis ini haruslah  extra hati-hati dalam menggunakan pemutih
kulit. Pastikan, krim pemutih kulit yang dipilih sudah memiliki BPOM, dan akan
lebih baik bila krim tersebut mengandung bahan anti irritant, serta pelembab
yang kuat. Juga pastikan krim pemutih kulit yang dipakai juga sangup
memperbaiki barier kulit dan memiliki PH 5-6

 

 

  •    Kombinasi.

 Di beberapa bagian, kulitnya bisa kering dan di bagian lainnya berminyak, biasanya di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu).Sama seperti kulit berminyak,kulit jenis ini cenderung aman bila dioles krim pemutih kulit. Akan tetapi jangan lupa untuk merawat barier alami kulit dengan memastikan pemutih kulit yang anda gunakan memiliki PH 5-6 dan memiliki kandungan zat aktif yang menghidrasi sekaligus sebagai pemutih kulit Sebelum mengoleskannya ke  kulit Anda,pastikan krim pemutih Anda tidak mengandung bahan yang tergolong ilegal atau tidak aman untuk dioleskan ke kulit dan memiliki sertifikasi BPOM .

 

 

Berikut, Beaussentials.id akan melistkan
beberapa bahan aktif pemutih kulit dan tingkat resikonya:

 

 

  •    Kojic acid sering ditemui di krim pemutih kulit, kojic acid merupakan bahan alami pemutih kulit yang berasal dari fermentasi beras, biasanya digunakan untuk membuat sake (anggur beras Jepang). Kadang krim pemutih kulit yang mengandung bahan ini dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit, sehingga tidak cocok untuk kulit senstitif. Krim pemutih kulit dengan kandungan kojic acid masih diijinkan oleh BPOM, selama dalam kadar tertentu. Untuk girls yang berkulit kering, sangat dianjurkan untuk memakai pelembab lebih selama menggunakan krim pemutih kulit yang mengandung bahan kojic acid.

 

 

  •    Tretinoin. Zat yang bernama lain retinoid /
derivative dari Vitamin A ini sering digunakan di krim pemutih kulit karena
dapat menghambat pertumbuhan melanin.

Krim pemutih kulit dengan bahan aktif tretinoin ini tidak boleh
digunakan pada wanita yang sedang atau berencana untuk hamil. Krim pemutih
kulit yang mengandung tretinoin juga tidak cocok digunakan pada pemilik
kulit kering dan sensitif karena cenderung menyebabkan iritasi.

Tretinoin masih diijinkan oleh BPOM
untuk dipakai pada krim pemutih kulit. Yang harus diingat adalah untuk menggunakannya dengan dosis yang tepat, dan biasanya penggunaan krim pemutih dengan tretinoin cukuplah sebanyak 0.3ml dengan pemakaian tipis-tipis pada kulit wajah Pada pemakaian awal krim pemutih kulit
yang mengandung tretinoin,dianjurkan untuk pemakaian hanya seminggu 2x.

 

  •    Hydroquinone.
Di Indonesia, peraturan yang membatasi penggunaan hydroquinone dalam krim
pemutih kulit telah dikeluarkan oleh BPOM sejak tahun 2008. Hydroquinone
sebagai TIDAK BOLEH digunakan dalam krim pemutih kulit, dan hanya boleh digunakan untuk bahan pengoksidasi warna pada pewarna rambut dan untuk kuku artifisial. Waspadalah dengan krim pemutih kulit yang mengandung hydroquinone karena dapat mengakibatkan iritasi kulit dengan keluhan rasa kesemutan, terbakar, merah, dan kering pada kulit, serta perubahan warna kulit menjadi kehitaman yang permanen (ochronosis).

  •    Merkuri.
merkuri sering dicampurkan oleh produsen nakal
ke krim pemutih kulit buatannya, padahal zat tersebut bisa merusak ginjal,
sistem saraf, menyebabkan kulit gatal-gatal, perubahan warna kulit, dan
meningkatkan kerentanan kulit terhadap infeksi, bahkan merusak otak , dan
sangat berbahaya untuk ibu hamil.

Merkuri dilarang oleh BPOM dan krim
pemutih kulit yang mengandung merkuri haruslah dihindari.

 

Arbutin . 

Arbutin diijinkan untuk digunakan dalam krim pemutih kulit dengan dosis yang sesuai. Dosis yang digunakan  dalam krim pemutih kulit dibatasi oleh BPOM dikarenakan arbutin mengandung kadar hydroquinone, yang menyebabkannya efektif sebagai pemutih kulit, namun juga berarti kadarnya haruslah dijaga.

Dalam memilih krim pemutih kulit, masihlah aman untuk memilih yang  mengandung arbutin, selama krim pemutih kulit tersebut telah memiliki sertifikasi BPOM

 

 

Extrak Tanaman dan buah

Bahan alami dalam sebuah krim pemutih kulit sering mendorong
kaum hawa untuk menggunakan  krim tersebut. Padahal, bahan alami dalam krim pemutih kulit belum tentu efektif, dan bahkan ada beberapa yang menebabkan iritasi dan photosensitivity (kulit lebih sensitif dengan paparan sinar matahari)

 Bahan alami yang kadang digunakan dalam
krim pemutih kulit, yang dapat memberi efek samping negatif adalah:

1.essentials oil, yang sebenarnya marak digunakan di skincare saat ini, juga di krim pemutih kulit. Padahal, essential oil pada krim pemutih kulit anda justru bisa memicu iritasi kulit.

2. Citrus fruits extract, merupakan
bahan alami yang sering digunakan, terutama dalam kaitan pemutih kulit. Hal ini
dikarenakan kandungan Vitamin C yang dimiliki, yang memang notabene dapat
menjadi pemutih kulit yang efektif. Akan tetapi, saat krim pemutih kulit yang
mengandung citrus extract terpapar sinar matahari, krim pemutih kulit ini akan
menjadikan kulit anda sangat rentan terhadap sunburn dan iritasi
(photosensitive). Citrus fruit extract yang sering digunakan dalam krim pemutih
kulit dan harus dihindari, antara lain, orange extract, lemon extract, lime
extract, dan bergamot extract.

Demikianlah girls, tips beaussentials.id
untuk memilih krim pemutih kulit yang tepat. Semoga bermanfaat yah, dan sudah
saatnya girls memiliki krim pemutih kulit yang bukan hanya memudarkan noda hitam tapi juga justru menyehatkan kulit. =)

 

Shop Beaussentials Product Here:

Instagram: https://www.tokopedia.com/beaussentia...

Website: https://beaussentials.com

Shopee: https://shopee.co.id/beaussentials.id

Tokopedia: https://www.tokopedia.com/beaussentia...

Facebook: https://www.facebook.com/beaussential...

Spin to win Spinner icon
social proof in digital marketing